• KAMI


    At-Ta'dib adalah blog Mahasiswi Fakultas Tarbiyah Institut Studi Islam Darussalam Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3 Karang banyu Widodaren Ngawi.

  • PENGANTAR

    At-Ta'dib adalah Blog Mahasiswi Tarbiyah ISID Gontor Putri 3, blog ini mulai di launch pada 29 November 2009 diharapkan menjadi media untuk menyuarakan suara kami serta media silaturahmi kami. Blog ini adalah media pendidikan dari kami yang berisikan makalah dan catatan tentang kepondok modernan, pendidikan, filsafat pendidikan, materi kuliah, kegiatan dan lain sebagainya. Selamat Membaca! Semoga Bermanfaat!
  • ARSIP

  • TERBARU

  • META

  • KALENDER

    Januari 2011
    S S R K J S M
    « Jul   Feb »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  

Pemikiran Pendidikan Imam al-Ghazali

Imam al-Ghazali
Biografi Imam Al-Ghazali
Nama lengkap Imam Al-Ghazali adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin At-Tusi Al-Ghazali. Lahir di desa Gazalah, di Tus, sebuah kota di Khurasan, Persia pada tahun 450 H atau 1058 M dari keluarga yang religius. Ayahnya, Muhammad, diluar kesibukannya sebagai seorang pemintal dan pedagang kain wol, selalu meluangkan waktunya untuk menghadiri majelis-majelis pengajian yang diselenggarakan ulama. Nama al-Ghazali terkadang ditulis dan diucapkan dengan kata al-Ghazzali (dua huruf z), kata ini diambil dari kata Ghazzal, yang artinya tukang pintal benang karena pekerjaan ayahnya memintal benang wol. Adapun kata al-Ghazali (satu huruf z) diambil dari kata Ghazalah, yaitu nama perkampungan tempat al-Ghazali dilahirkan. Dia adalah pemikir ulung Islam yang menyandang gelar “pembela Islam” (hujjatul Islam), hiasan agama (Zainuddin), samudra yang menghanyutkan (bahrun mughriq), dan pembaharu agama.
Al-Ghazali memulai pendidikannya diwilayah kelahirannya, Tus dengan mempelajari dasar-dasar pengetahuan. Beliau belajar fiqh dari Abu Hamid Ahmad Ibn Muhammad at-Tusi ar-Radzkani, lalu berangkat ke daerah Jurjan sebuah kota di Persia yang terletak diantara kota Tabristan dan Nisabur dan berguru pada Abu Al-Qasim Isma’il bin Mus’idah Al-Isma’ili (Imam Abu Nasr Al-Isma’ili). Kemudian ia melakukan perjalanan ke Nisabur dan tinggal di Madrasah Nidhamiyah, pimpinan al-Haramain al-Juwaini (Imam Abu Al-Ma’ali Al-Juwani) dan belajar padanya dalam ilmu fiqih, ilmu debat, mantiq, filsafat, dan ilmu kalam.
Selain itu, Al-Ghazali juga belajar tasawuf kepada dua orang sufi, yaitu Imam Yusuf an-Nassaj dan Imam Abu Ali Al-Fadl bin Muhammad bin Ali Al-Farmazi at-Tusi. Ia juga belajar hadits kepada banyak ulama hadits, seperti Abu Sahal Muhammad bin Ahmad Al-Hafsi al-Marwazi, Abu Al-Fath Nasr bin Ali bin Ahmad Al-Hakimi at-Tusi, Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad Al-Khuwari, Muhammad bin Yahya bin Muhammad as-Sujja’i az-Zauzani, Al-Hafiz Abu Al-Fityan Umar bin Abi Al-Hasan ar-Ru’asi Ad-Dahistani, dan Nasr bin Ibrahim Al-Maqsidi.
Setelah gurunya, al-Juwaini, meninggal dunia, Al-Ghazali meninggalkan Nisabur menuju Istana Nidzam al-Mulk yang menjadi perdana menteri Sultan Bani Saljuk. Kediaman Nidzam al-Mulk merupakan sebuah majelis pengajian, tempat ulama bertukar pikiran. Nidzam al-Mulk kagum terhadap pandangan-pandangan Al-Ghazali sehingga ia diminta untuk mengajar di Madrasah Nizamiyyah Baghdad. Al-Ghazali mengajar di Baghdad pada tahun 484 H/1091.
Empat tahun kemudian, ia meninggalkan Baghdad untuk menunaikan ibadah haji. Kemudian beliau menuju Syam, hidup dalam Jami’ Umawy dengan kehidupan serba penuh ibadah, dilanjutkan mengembara ke berbagai padang pasir untuk melatih diri untuk menjauhi barang-barang terlarang, meninggalkan kesejahteraan dan kemewahan hidup, mendalami masalah keruhanian dan penghayatan agama. Setelah itu, ia kembali lagi ke Baghdad untuk meneruskan kegiatan mengajarnya. Selanjutnya, ia berangkat ke Nisabur dan ke kampung halamannya, Tus. Ia wafat di kampung halamannya pada tahun 505 H atau 1111 M.

Pemikiran Pendidikan Al-Ghazali
Dalam memahami konsep pendidikan al-Ghazali kita perlu memahami tentang berbagai aspek-aspek pendidikan yang telah dijelaskan oleh al-Ghazali dalam berbagai karyanya. Dr. Abduddin Nata dalam bukunya Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam membagi ke dalam lima aspek; tujuan pendidikan, kurikulum, metode, etika guru, dan murid.

a. Tujuan Pendidikan
Seorang guru baru dapat merumuskan suatu tujuan kegiatan, jika ia memahami benar filsafat yang mendasarinya. Rumusan selanjutnya akan menentukan aspek kurikulum, metode, guru dan lainnya. Dari hasil studi terhadap pemikiran al-Ghazali dapat diketahui dengan jelas bahwa tujuan akhir yang ingin dicapai melalui pendidikan ada dua, pertama: tercapainya kesempurnaan insani yang bermuara pada pendekatan diri kepada Allah SWT, kedua, kesempurnaan insani yang bermuara pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, beliau bercita-cita mengajarkan manusia agar mereka sampai pada sasaran yang merupakan tujuan akhir dan maksud pendidikan itu. Tujuan itu tampak bernuansa religius dan moral, tanpa mengabaikan masalah duniawi.
Dari tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh al-Ghazali tampak bahwa corak pendidikan yang dikehendaki oleh al-Ghazali adalah corak pendidikan yang agamis. Namun demikian beliau juga tidak mengabaikan masalah-masalah keduniaan. Hanya saja dalam pandangannya dunia merupakan kebun untuk menuju kehidupan yang kekal abadi atau kehidupan akhirat yang lebih utama.
Selain bercorak religi konsep pendidikan al-Ghazali juga cenderung pada sisi keruhanian. Sejalan dengan filsafat al-Ghazali yang bercorak Tasawuf. Maka sasaran pendidikan, menurut al-Ghazali adalah kesempurnaan insani di dunia dan akhirat. Dan manusia akan sampai kepada tingkat kesempurnaan itu hanya dengan menguasai sifat keutamaan melalui jalur ilmu. Keutamaan itulah yang akan membuat manusia bahagia di dunia dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. sehingga ia menjadi bahagia di akhirat kelak.
Dari ungkapan diatas dapat kita fahami bahwa ilmu merupakan modal kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan ilmu adalah amal yang utama.

b. Kurikulum
Konsep kurikulum al-Ghazali terkait erat dengan konsepnya tentang ilmu pengetahuan. Al-Ghazali membagi ilmu pengetahuan menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Ilmu yang tercela, sedikit atau banyak. Ilmu tidak ada manfaatnya baik di dunia maupun di akhirat, seperti ilmu nujum, sihir, dan ilmu perdukunan. Bila ilmu ini dipelajari akan membawa mudharat bagi yang memilikinya maupun orang lain, dan akan meragukan Allah SWT.
2. Ilmu yang terpuji, sedikit atau banyak, misalnya ilmu tauhid, dan ilmu agama. Bila ilmu ini dipelajari akan membawa orang kepadajiwa yang suci bersih dari kerendahan dan keburukan serta dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Ilmu yang terpuji pada taraf tertentu, dan tidak boleh didalami, karena dapat membawa kepada goncangan iman, seperti ilmu filsafat.
Dari ketiga kelompok ilmu tersebut, al-Ghazali membagi lagi menjadi dua bagian dilihat dari kepentingannya, yaitu:
1. Ilmu yang fardhu (wajib) untuk diketahui oleh semua orang muslim, yaitu ilmu agama.
2. Ilmu yang merupakan fardhu kifayah untuk dipelajari setiap muslim, ilmu dimanfaatkan untuk memudahkan urusan duniawi, seperti: ilmu hitung, kedokteran, teknik, dan ilmu pertanian dan industri.
Dalam menyusun kurikulum pelajaran, al-Ghazali memberi perhatian khusus pada ilmu-ilmu agama dan etika sebagaimana yang dilakukannya terhadap ilmu-ilmu yang sangat menentukan bagi kehidupan masyarakat. Kurikulum menurut Al-Ghazali didasarkan pada dua kecenderungan sebagai berikut:
Pertama, kecenderungan agama dan tasawuf. Kecenderungan ini membuat al-Ghazali menempatkan ilmu-ilmu agama di atas segalanya dan memandangnya sebagai alat untuk menyucikan diri dan membersihkannya dari pengaruh kehidupan dunia. Dengan kecenderungan ini, maka al-Ghazali sangat mementingkan pendidikan etika, karena menurutnya ilmu ini berkaitan erat dengan ilmu agama.
Kedua, kecenderungan pragmatis. Kecenderungan ini tampak dalam karya tulisnya. Al-Ghazali beberapa kali mengulangi penilaian terhadap ilmu berdasarkan manfaatnya bagi manusia, baik kehidupan di dunia, maupun untuk kehidupan akhirat, ia menjelaskan bahwa ilmu yang tidak bermanfaat bagi manusia merupakan ilmu yang tak bernilai. Bagi al-Ghazali, setiap ilmu harus dilihat dari fungsi dan kegunaannya dalam bentuk amaliyah.

c. Metode
Mengenai metode pendidikan Al-Ghazali lebih menekankan pada metode pengajaran agama pada anak-anak. Berdasarkan prinsipnya bahwa pendidikan adalah sebagai kerja yang memerlukan hubungan yang erat antara guru dan murid. Dengan demikian faktor keteladanan merupakan faktor utama dalam metode pendidikannya.

d. Kriteria Guru Yang Baik
Menurut Al-Ghazali selain cerdas dan sempurna akalnya, seorang guru yang baik juga harus baik akhlak dan kuatfisiknya. Dengan kesempurnaan akalia dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan secara mendalam, dan dengan akhal yang baik ia dapat menjadi contoh dan teladan bagi para muridnya, dan dengan kuat fisiknya ia dapat melaksanakan tugas mengajar, mendidik, dan mengarahkan anak didiknya.
Selain sifat umum diatas seorang guru menurut Al-Ghazali juga harus memiliki sifat-sifat khusus yang diantaranya adalah kasih sayang, tidak menuntut upah atas apa yang dikerjakannya, berfungsi sebagai pengarah dan penyuluh yang jujur dan benar dihadapan murid-muridnya. Ia tidak boleh membiarkan muridnya mempelajari pelajaran yang lebih tinggi sebelum ia menguasai pelajaran yang sebelumnya. Seorang guru yang baik harus menggunakan cara yang simpatik, halus, dan tidak menggunakan kekerasan, cacian, makian, dan sebagaianya. Seorang guru juga tampil sebagai teladan atau panutan yang baik dihadapan murid-muridnya. Ia juga harus memiliki prinsip mengakui adanya perbedaan potensi secara individual dan memperlakukannya sesuai dengan tingkat erbedaan yang dimiliki muridnya. Seorang guru juga harus mampu memahami perbedaan bakat, tabi’at, dan kejiwaan muridnya sesuai dengan perbedaan tingkat usianya. Dan yang terakhir seorang guru yang baik harus berpegang teguh pada prinsip yang diucapkannya, serta berupaya merealisasikannya sedemikian rupa.
Dari sifat-sifat diatas tampak bahwa sifat-sifat diatas masih relevan dan sejalan dengan pendidikan saat ini.

e. Kriteria Murid Yang Baik
Pendidikan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. sehingga bernilai ibadah. Untuk menurut Al-Ghazali seorang murid yang baik harus memiliki sifat :
1. Berjiwa bersih, terhindar dari budi pekerti yang hina, dan sifat-sifat tercela lainnya.
2. Menjauhkan diri dari pesoalan-persoalan duniawi, mengurangi keterikatan dengan dunia dan masalah-masalah yang dapat mengganggu lancarnya penguasaan ilmu.
3. Rendah hati dan tawadhu’.
4. Khusus bagi murid yang baru jangan mempelajar ilmu-ilmu yang berlawanan atau pendapat yang saling berlawanan atau bertentangan.
5. Mendahulukan mempelajari yang wajib.
6. Mempelajari ilmu secara bertahap.
7. Tidak mempelajari suatu disiplin ilmu sebelum menguasai disiplin ilmu sebelumnya. Sebab ilmu-ilmu itu tersusun dalam urutan tertentu secara alami. Dimana sebagian merupakan jalan menuju sebagian yang lain.
8. Seorang murid juga harus mengenal nilai dari setiap ilmu yang dipelajarinya.

DAFTAR PUSTAKA

Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam (Edisi Baru), Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005.
Abuddin Nata, Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam, Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Rajawali Press, Cet. III, 2003.
Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia, Cet I November 2009.

3 Tanggapan

  1. jaman dahulu konsepsi pendidikn yg seutuhnya sudah baik,kini jaman modern terlalu banyak distorsi napsu manusia yg mengaburkan hal itu

  2. A.PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
    Pondok Modern Gontor 2, adalah salah satu cabang Pondok Modern Darussalam Gontor di Mlarak Ponorogo yang didirikan untuk membimbing, dan mempersiapkan calon siswa dalam menghadapi Ujian Masuk Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah/KMI. Dan mulai tahun ajaran 1419-1420 atau pada tahun 2000, Pondok Modern Darussalam Gontor 2 telah menerapkan dua program pendidikan siswa KMI dan pendidikan calon siswa KMI. Siswa KMI adalah calon siswa yang telah dinyatakan lulus pada Ujian Masuk KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, ditempatkan di Pondok Modern Gontor 2. Sedangkan calon siswa KMI atau Calon Pelajar adalah mereka yang mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi Ujian Masuk KMI.

    B.KURIKULUM
    Kurikulum di Pondok Modern Darussalam Gontor 2, terbagi menjadi dua bagian :
    1.Kurikulum Siswa KMI, yaitu materi kelas satu (tamatan SD/MI) dan satu Intensif (tamatan SLTP/Mts/SMU) yang diajarkan bagi siswa yang telah lulus di Gontor 2 yang mengacu dan berpedoman langsung kepada kurikulum Pondok Modern Gontor Pusat. Pendidikan dilaksanakan dari bulan Syawwal s.d Ujian Pertengahan Tahun Pertama pada bulan Rabiul Awwal.
    2.Kurikulum Calon Siswa KMI, yaitu materi persiapan untuk menghadapi Ujian Masuk KMI, yang meliputi : Al-Qur’an, Tajwid, Al-Imla’ (dikte Arab), Berhitung Angka, Berhitung Soal, Bahasa Indonesia dan Fiqh Ibadah. Di samping itu, di ajarkan pula Dasar-dasar Percakapan Bahasa Arab dan Inggris, Tauhid, Mahfudzot, Hadits, Tafsir, Sejarah Islam dan lain-lain. Dilaksanakan pada bulan Rabiul Tsani s.d bulan Rajab.
    (Kulliyyatu-l-Muallimin Al-Islamiyah (KMI) telah disamakan dengan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Negeri (SK Sekjen Binbaga Islam No. E.IV/KEP/64/98) dan Sekolah Menengah Umum (SK Mendiknas No. 105/5/2000)).

    C.KEGIATAN UJIAN DI PM GONTOR 2
    Bagi calon siswa KMI atau calon pelajar, dalam meningkatkan dan memudahkan bimbingan belajarnya, sebelum dan setelah pembelajaran dilaksanakan beberapa ujian sebagaimana berikut :
    1.Ujian Penempatan Kelas, adalah ujian pertama kali dilaksanakan ketika calon siswa masuk/mendaftarkan dirinya. Dimaksudkan untuk menentukan kelas sementara calon siswa yang sesuai dengan kemampuannya. Ujian ini meliputi, physco test, Al-Qur’an, Berhitung Angka, Berhitung Soal dan Imla’ (dikte Arab).
    2.Ujian Perpindahan Kelas. Untuk menciptakan miliu belajar dan meningkatkan prestasi calon pelajar diadakan ujian perpindahan kelas (dari kelas sementara, diacak kembali ke kelas yang baru sesuai kemampuan). Ujian ini menggunakan soal-soal standar Ujian Masuk KMI Pondok Modern Gontor 1. Sehingga ujian ini merupakan sarana evaluasi belajar bagi guru dan calon pelajar sebelum menghadapi Ujian Masuk KMI Pondok Modern Gontor Ponorogo.
    3.Ujian Masuk KMI. Ujian ini diadakan dua gelombang. Gelombang pertama di Pondok Modern Gontor 2 setiap bulan Sya’ban. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada bulan Syawwal langsung di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat. Dengan kriteria kelulusan sebagai berikut :
    – Lulus di PM Darussalam Gontor Pusat, Mlarak, Ponorogo.
    – Lulus di PM Darussalam Gontor 2, Madusari, Ponorogo.
    – Lulus di PM Darul Ma’rifat (Gontor 3), Kediri.
    – Lulus di PM Darul Muttaqien (Gontor 5), Banyuwangi.
    – Lulus di PM Darul Qiyam (Gontor 6), Magelang.
    – Tidak lulus.

    Bagi yang belum lulus pada Ujian Masuk KMI gelombang pertama (bulan Sya’ban), dapat melanjutkan bimbingan belajar kembali di Pondok Modern Gontor 2 untuk menghadapi Ujian Masuk KMI gelombang kedua (bulan Syawwal). Bagi siswa yang lulus di Pondok Modern Gontor I, diberikan kesempatan mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi ujian ke kelas lanjutan (kelas 2 dan 3) setelah pengumuman kelulusan di Pondok Modern Darussalam Gontor 2.

    Bagi Siswa KMI yang lulus di Gontor 2, setelah diadakan Ujian Pertengahan Tahun untuk tengah semester pertama, yang mana hasil ujian tersebut menentukan perpindahan siswa untuk melanjutkan tengah semester keduanya di Gontor Pusat bagi yang berprestasi bagus, sedangkan yang berprestasi masih kurang, ditempatkan di Gontor cabang lain, seperti Gontor 3 di Kediri, Gontor 5 di Banyuwangi, atau Gontor 6 di Magelang.

    D.KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
    Sejak awal tahun ajaran, para siswa telah diperkenalkan dan dilibatkan secara aktif, dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler, seperti: kepramukaan, latihan pidato dalam tiga bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia), Muhadatsah (percakapan dalam bahasa Arab dan Inggris), dan beberapa macam kursus keterampilan serta olah raga.

    E. TENAGA PENGAJAR
    Guru di Gontor 2 semuanya tamatan KMI dan Institut Islam Darussalam (ISID) Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Selain mengajar, para guru juga aktif dalam kegiatan-kegiatan lain, yang meliputi : kepramukaan, lari pagi, pembinaan latihan pidato, serta mengelola unit-unit usaha, seperti: koperasi pelajar, café, kantin, penatu, wartel dan lain-lain.

    F. SYARAT PENDAFTARAN
    Adapun syarat-syarat pendaftaran adalah sebagai berikut :
    1.Photocopy STK/STTB, sebanyak 2 lembar
    2.Photocopy akte kelahiran 1 lembar
    3.Photocopy KTP wali santri/yang mewakilinya sebanyak 1 lembar
    4.Photo 3 x 4 sebanyak 2 lembar dan 4 x 6 sebanyak 4 lembar
    5.Melunasi uang pendaftaran sebagai berikut :
    a.Uang pangkal masuk KMI Rp. 1.600.000
    b.Uang sumbangan Wajib Rp. 500.000
    c.Uang pembangunan Kampus Baru Gontor 12 Rp. 500.000
    d.Uang Kertas Rp. 200.000
    e.Uang Kepanitiaan Rp. 150.000
    f.Majalah Gontor ( 4 edisi ) Rp. 70.000
    g.Uang Kesehatan ( 4 bulan ) Rp. 100.000
    h.Iuran uang Makan ( setiap bulan ) Rp. 200.000
    i.Iuran uang Sekolah & Pondok (setiap bulan) Rp. 180.000
    Jumlah Rp. 3.500.000

    Jadi, biaya untuk pendaftaran Rp. 3.500.000
    Dan biaya pada tiap bulannya minimal Rp. 380.000

    6.Lain-lain :
    A.Ekstra Kurikuler
    1.Iuran Organisasi Pelajar Pondok Modern Rp. 10.000
    2.Iuran kesehatan Asrama dan Olahraga Rp. 5.000
    3.Iuran Alat-alat Asrama Rp. 5.000
    4.Iuran pangkal Konsulat Rp. 6.000
    5.Iuran pangkal Perpustakaan Rp. 5.000
    6.Iuran Organisasi Kepramukaan Rp. 10.000
    7.Iuran kegiatan Kepramukaan Rp. 8.000
    8.Buku Tulis latihan Pidato Rp. 6.000
    9.Buku Tabsis dan Kartu Pembayaran SPP Rp. 15.000
    10.Kaos Asrama Rp. 30.000
    Jumlah Rp. 100.000

    B.Perlengkapan
    1.Kasur Rp. 115.000
    2.Sewa Lemari Rp. 50.000
    3.2 Gembok & Gantungan Kunci Rp. 25.000
    4.Kartu Identitas Santri Rp. 3.000
    5.Tas Sandal Rp. 7.000
    Jumlah Rp. 200.000

    NB :
    -Biaya dapat berubah sewaktu-waktu
    -Persyaratan pendaftaran ( Ijazah dll ) boleh menyusul
    -Adapun untuk buku-buku pelajaran telah disediakan
    di Koperasi Pelajar dengan harga per paket Rp 54.000
    Balas

  3. sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: